Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Fakultas Agama Islam

Bantul Yogyakarta
Pada hari Minggu, 13 Oktober 2019 alhamdulillah telah dilaksanakan Pelatihan karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh ormawa Fakultas Agama Islam yaitu Departemen Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) Badan Eksekutif Mahasiswa berkolaborasi dengan Devisi LITBANG Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan dan diadakan di kampus Utama UAD (ruang 4.1.3.20 kampus 4 )

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan dunia yang semakin mendesak Supaya generasi-generasi muda di zaman ini lebih produktif, inovatif, dan kreatif dalam mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka salah satunya yaitu dengan cara mengembangkan karya tulis yang pastinya akan dikenal dunia kedepannya oleh sebab itulah Pelatihan ini dicetus dengan tema “ MEMBACA KITA MENGENAL DUNIA DAN DENGAN MENULIS KITA AKAN DIKENAL DUNIA”.
Alhamdulillah pelatihan ini disambut baik oleh mahasiswa FAI khususnya dan UAD umumnya, banyak mahasiswa yang antusias untuk mengikuti pelatihan ini, dari berbagai jurusan dan beberapa Fakultas ikut serta dalam mensukseskan serta ingin mengembangkan potensi kepenulisan yang ada dalam diri mereka. Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 52 Peserta dari kalangan laki-laki dan perempuan.

Pelatihan ini dibuka oleh Wakil Dekan FAI yaitu Bapak Arif Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I, dikutip dalam kata sambutan beliau “  anak muda sekarang harus bisa menciptakan tulisan-tulisan galau di status menjadi tulisan-tulisan ilmiah yang lebih kreatif ”, saudara Muh. Nasrullah selaku Gubernur FAI juga turut membuka pelatihan kali ini dengan memberikan sepatah-dua patah kata untuk menyemangati peserta pelatihan. Dan saudara Miftakhul Huda selaku Ketua Panitia PKTI memberikan kata-kata sambutan sebagai pembuka kegiatan pelatihan.

Kata-kata sambutan sekaligus pembukaan acara PKTI oleh Wadek FAI

Materi pelatihan ini disampaikan oleh Bapak Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D, beliau merupakan salah satu Pembina Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Center UAD dan banyak sekali Jurnal-jurnal serta tulisan-tulisan yang beliau ciptakan hingga saat ini, dari prestasi-prestasi beliau membuat para peserta pelatihan menjadi lebih semangat dan lebih bergairah dalam mengikuti pelatihan . Tidak terhitung pelajaran kepenulisan yang didapat dari beliau, manfaat besar yang didapatkan oleh peserta PKTI kali ini, salah satu peserta PKTI yaitu Ukhti Royani mengatakan “ Alhamdulillah, melalui Pelatihan ini dapat menambah wawasan serta ide-ide saya untuk menulis, namun semua itu perlu keistiqomahan, dari pelatihan ini saya bisa bertemu dengan pemateri yang memang menguasai dunia kepenulisan ilmiah sehingga menambah semangat saya untuk bisa menghasilkan suatu karya, doakan insyaallah di semester depan. Semoga bisa terwujud karena semua butuh proses”. Amin amin ya rabbal ‘alamin.

Penyampaian materi oleh pak Anton

Satu kata ampuh penyemangat dari pak Anton selaku pemateri “Melakukan sesuatu harus dengan niat dulu insyaallah akan memberikan pengaruh yang besar kedepannya”. Setelah materi berlangsung selanjutnya disusul praktik yang langsung dibimbing oleh pak Anton, sesudah itu panitia memberikan reward kepada peserta yang berani mempersentasikan karya tulis yang sudah mereka buat.

Pemberian reward oleh Pak Anton dari panitia kepada best partisipan

Result dari kegiatan ini diharapkan peserta mampu manciptakan karya tulis ilmiah dan dapat mengembangkan potensi yang masih tidur di dalam diri mereka, karena pelatihan ini sangat penting bagi Mahasiswa untuk memberikan impact yang besar terhadap diri, lingkungan dan bangsa Indonesia. Untuk follow up nya panitia membuat grup peserta pelatihan untuk memberikan informasi-informasi terkait karya tulis ilmiah dan peserta juga akan menyetorkan karya ilmiah mereka di grup dan dibimbing langsung oleh pak Anton.

Pemberian apresiasi dan kenang-kenangan kepada pak Anton sebagai pemateri PKTI

Terimakasih
Wassalam

Created by: Hafizah R

Membangun Sinergitas untuk FAI berkemajuan.

Rapat Koordinasi ORMAWA FAI : Membangun Sinergitas untuk FAI berkemajuan.


YOGYAKARTA, Sebagai upaya penyelarasan program kerja dan tujuan Organisasi, Mahasiswa FAI yang tergabung dalam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selenggarakan Rapat Koordinasi, Ahad (24/4/2019).

Rapat Kordinasi ini dilaksanakan menyusul terlantiknya seluruh kepengurusan Ormawa FAI beberapa pekan lalu. Agenda tahunan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Kampus 6 UAD di Wates Kulonprogo, dihadiri lebih dari 180 orang. Mereka merupakan seluruh pengurus Ormawa FAI 2019/2020.

Berdasarkan hasil keputusan Kongres Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FAI yang diselenggarakan pada bulan Januari beberapa bulan lalu, Ormawa FAI terdiri dari Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPM FAI), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM FAI), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab, HMPS Ilmu Hadis, HMPS Perbankan Syari’ah dan HMPS Pendidikan Agama Islam.

Nasrullah Gubernur BEM FAI berpesan agar semua yang hadir benar-benar meluruskan niat dan memiliki kesamaan tujuan. Semua aktifitas Ormawa yang direncanakan tidak lepas daripada memajukan kualitas FAI kedepan, baik fakultas maupun kegiatan pengembangan mahasiswanya.

Dalam Sambutannya, Haryono Kapitan Ketua DPM FAI. Mengatakan bahwa “rapat ini merupakan langkah yang baik untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama antara lembaga-lembaga mahasiswa Fakultas Agama Islam kedepan. Dan menjadi tanggung jawab bersama yang tentu memerlukan koordinasi, sinergitas dan kerjasama”.

Sementara itu, Departemen KASTRAT BEM FAI, Meluncurkan Rumah Advokasi Mahasiswa yang merupakan arah baru pergerakan mahasiswa kedepannya. Pasalnya, lahirnya rumah advokasi ini karena kurangnya gairah mahasiswa FAI dalam menyampaikan segala bentuk aspirasinya, baik berupa pertanyaan, kritik, saran, maupun masukannya kepada para pihak Dekanat Fai.

Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu mensinergikan program kerja antara ORMAWA FAI, sehingga dapat diterima dan dilaksanakan oleh seluruh organisasi mahasiswa dan juga terciptanya tertib administrasi, sesuai dengan yang diharapkan

 

created irwansyah

PELANTIKAN ORMAWA NAHKODA BARU FAI.

Resmi Dilantik, Pengurus Ormawa FAI UAD Siap Membawa Perubahan Nyata Bagi Mahasiswa. YOGYAKARTA-Pelantikan pengurus baru periode 2019/2020 Organisasi Mahasiswa (ormawa) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah terselenggara pada 10 Rajab 1440 H bertepatan pada Ahad 17 Maret 2019 di Aula Ruangan Serba Guna lantai 10 UAD kampus 4 ini diawali dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Fathoni. “Kami menginginkan FAI ini besar, karena aktivitas yang positif dan kreatif,” dalam sambutan Dekan FAI, Dr.Nurkholis M.ag untuk mengawali acara pelantikan saat itu Ahad (17/3/2019).

Acara ini turut dihadiri oleh Kaprodi perbankan Syari’ah, Kaprodi Ilmu Hadis, Kaprodi Bahasa dan Sastra Arab, Kaprodi Pendidikan Agama Islam, Presiden BEM UAD,perwakilan mahasiswa di setiap program study (prodi).

 

Adapun yang dilantik sebanyak 16 pengurus dari DPM,

 

31 pengurus dari BEM,

32 pengurus dari HMPS Bahasa dan Sastra Arab,

32 pengurus dari HMPS ILMU HADIS

36 pengurus dari HMPS Pendidikan Agama Islam,

dan 32 pengurus dari HMPS Perbankan Syariah.

 

Akhir acara ditutup oleh Haryono Kapitan selaku DPM terlantik, dan Nasrullah selaku Gubernur BEM Mahasiswa FAI. Dalam Orasinya, Haryono Kapitan memberikan closing statement bahwa dalam berorganisasi mahasiswa FAI harus memperbanyak pembelajaran yang nantinya akan memberikan dampak positif kepada masyarakat FAI, ia juga menekankan bahwa demokrasi kampus harus di hidupkan kembali serta antar pengurus Ormawa FAI saling bekerjasama dan saling menggerakkan, bersinergi dalam membangun sebuah organisasi. Dalam Orasinya, Gubernur BEM FAI sangat menekankan tentang makna dari sebuah amanah yang di emban serta pertanggung jawaban yang sangat berat di hadapan Allah. “Yang namanya Mahasiswa bukan lagi saatnya untuk baperan,tapi menjadi mahasiswa yang berperan.” tutup Nasrullah selaku Gubernur BEM FAI UAD.

 

created by irwansyah

BEM FAI UAD Selenggarkan Tabligh Akbar Songsong Ramadhan

Suasana Tabligh Akbar di Kulonporogo Yogyakarta

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM FAI) Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Tabligh Akbar bersama mayarakat Desa Kalisono, Sentolo, Kulon Progo pada hari Sabtu malam (12/05/2018). Tabligh Akbar yang bertemakan “Menyambut Bulan Ramadhan dengan Kebahagiaan untuk Meraih Keberkahan” tersebut menghadirkan Ustadz Tohari Bin Misro S.Sy, S.Th.I,M.S.I yang tidak lain adalah Pimpinan Rumah Tahfidz Imam Asyafi’i dari Wates, Kulon Progo. Yang dihadiri kurang lebih seratus jama’ah di sana dan juga diramaikan oleh lantunan-lantunan sholawat oleh salah satu Grup Hadroh dari masyarakat setempat, di pra acara, tengah-tengah acara, maupun penghujung acara.

Tabligh Akbar berlangsung dari pukul 20.00 sampai pukul 22.00 WIB. Perwakilan Ketua Ranting Kalisana dan Bapak Dukuh dalam mengisi sambutan, mengucapkan apresiasinya dan terima kasih kepada para mahasiswa-mahasiswi FAI UAD yang telah menyelenggarakan Tabligh Akbar ini. M Hasbi selaku Gubernur BEM FAI UAD dalam sambutannya menyampaikan “ Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang sudah menerima menyambut dan bekerjasama belajar bersama kami dari mahasiswa FAI UAD,dan permintaan maaf apabila kami yang masih belajar terjun di masyarakat belajar bersama masyarakat, dan mengabdi kepada masyarakat masih banyak kekurangan dan kesalahan, semoga semua ikhtiar kita menjadi amal sholeh di akhirat”.
Dalam Tabligh Akbar ini Ustadz Tohari mengingatkan kepada para jama’ah, bahwa kunci kebahagiaan adalah puasa. Dalam melaksanakan ibadah puasa, hendaknya menghindarkan kita pada perbuatan-perbuatan maksiat, seperti ghibah. Juga yang sering hinggap pada anak muda yaitu pacaran. Perbanyaklah tadarus, serta ibadah-ibadah sunah lain pada bulan suci Ramadhan. Keberkahan Ramadhan dapat diraih, tergantung bagaimana sikap kita terhadap Ramadhan itu sendiri. Ustadz menambahkan raihlah kemuliaan 10 hari terakhir bulan Ramadhan, lebih giatkanlah ibadah di waktu itu. Pada kenyataan di masyarakat masjid-masjid semakin akhir Ramadhan semakin sepi. Oleh karena itu, raihlah keberkahan ramadhan dan juga kebahagiaan di dalamnya, dengan kuncinya yaitu puasa.

Dalam penyampaiannya Ustadz Tohari lebih banyak memberikan contoh-contoh aplikatif yang sering terjadi di lingkungan masyarakat terkait dengan tema Tabligh Akbar yang disampaikan dengan kocaknya. Harapan Ustadz Tohari, mahasiswa maupun mahasiswi UAD khususnya FAI teruslah mengembangkan hal-hal yang positif seperti menyelenggarakan Tabligh Akbar ini. (AM)

Ikhtiar Menciptakan Iklim Organisasi yang Peduli, BEM FAI Selenggarakan Musyawarah Ormawa

YOGYAKARTA-BEM Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan(UAD) telah menyelenggarakan musyawarah ormawa pada Ahad 6 Mei 2018 bertempat di kampus 5 dimulai pukul 9 pagi hingga sebelum dzuhur . Menciptakan iklim organisasi yang peduli merupakan misi dari Kabinet Peduli dibawah pimpinan Muhammad Hasbi Assidiqi selaku Gubernur pada periode ini. Menurutnya kata Peduli diartikan sebagai dua makna, pertama makna asli artinya simpati dan peka, kedua kata peduli secara ejaan di artikan jabarkan Profesional, Edukatif, Dedikatif, Uswatun Hasanah, Loyalitas, dan Islami, penjelasannya dalam rapat rutin senin 30 April 2018. Dan agenda ini merupakan realisasi dari ikhtiar untuk menciptakan iklim organisasi yang peduli di ORMAWA FAI.

“Musyawarah Ormawa, Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Hal ini merupakan harapan DPM, HMPS dan BEM. BEM yang telah memberikan fasilitas pelaksanaan musyawarah ormawa, itu merupakan hal yang bagus untuk menunjang program kerja yang sekiranya belum dilaksanakan artinya, pada hari ini kita bisa memusyawarahkan secara terbuka dari masing-masing bisa memaparkan hasil dari rencana yang akan dilaksanakan, mengingat apa yang dimaksud dengan organisasi tentu banyak masukan, kritikan yang perlu diterima dari ormawa di FAI,” Ungkap Awinartho ketua DPM FAI

Bukan sekedar musyawarah, agenda yang akan dilakukan dalam dua bulan sekali ini memberikan kesempatan kepada masing-masing ORMAWA FAI untuk memaparkan sejauh mana program kerja telah telah dilaksanakan dan kendala-kendala yang dihadapi. Saat acara ini berlangsung HMPS BSA dan HMPS PAI saling bergabung dalam pengembangan seni kaligrafi dan tidak menutup kemungkinan kerjasama dengan lainnya.

Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh Muhammad Hasbi Assidiqi sekaligus MC pada kegiatan ini “acara ini bukan atas nama BEM atau kepentingan BEM , tapi dalam rangka kita sebagai warga mahasiswa dengan musyawarah dilaksanakan secara kekeluargaan serta mencoba menghilangkan sekat-sekat dari setiap prodi dalam rangka meningkatkan ukuwah dalam ORMAWA. Tahun ini merupakan bentuk kepedulian kita, per prodi itu telah terbentuk sikap kepedulian ada sedikit efek antara PAI bergabung dengan BSA, dan PBS. Satu visi misi kita menciptakan iklim kondisi ORMAWA yang peduli,”tandasnya saat diwawancarai.

“Ikhtiar ini belum berakhir dan Baru saja dimulai , masih harus diluruskan niatnya , dimaksimalkan ikhtiar nya dan tawakal yang sempurna , sekali lagi kritik dan saran adalah suatu kebenaran , dan mendiamkan kesalahan adalah sebuah kesalaahan” tambahnya saat akhir wawancara. SN

Foto setelah Musyawarah Berakhir

Bagaimana dengan Kampus Wates UAD?

Bicara tentang Universitas Ahmad Dahlan selalu identik dengan banyaknya kampus yang tersebar di Jogja. Bagaimana tidak, UAD terkenal dengan julukan “Universitas Ada Dimana-mana” dibuktikan dengan ada 6 kampus yang dimiliki. Kampus megah nan indahpun kini berdiri diatas tanah Yogyakarta tepatnya menjadi kampus 4, yang dulunya hanya 2 bagunan islamic center UAD dan Pondok Pesanteren Ahmad Dahlan kini telah bertambah bangunan besar yang menjadi pusat perkuliahan dan gedung kedokteran yang sedang dikebut pembangunanya. Continue reading "Bagaimana dengan Kampus Wates UAD?"

UU MD3, Antara Kriminalisasi Rakyat yang Kritis terhadap DPR atau Alat Kontrol Publik

Baru-baru ini publik dihadapkan pada kontrovesi UU MD3, pemberlakukan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD yang begitu ironis. Bagaimana tidak, UU itu ada dan lahir ditengah rendahnya kepercayaan publik terhadap lembaga lembaga tersebut. Rakyat tak hanya semakin tidak percaya kepada DPR, tetapi juga tidak percaya kepada demokrasi.
Continue reading “UU MD3, Antara Kriminalisasi Rakyat yang Kritis terhadap DPR atau Alat Kontrol Publik”

MILAD FAI KE 22 – BAZAR MAHASISWA FAI: WUJUDKAN WIRAUSAHAWAN YANG MENGINSPIRASI

Yogyakarta, 15 April 2018
Serangkaian Milad Fakultas Agama Islam yang ke 22 yang berlangsung dari tanggal 24 hingga 27 Rajab 1439 H atau bertepatan dengan tanggal 11 hinggal 14 April 2018 sangat memberikan hasil yang sangat luar biasa. Kurang lebih dalam waktu 3 sampai 4 hari rangkaian Milad FAI ke 22 ini berlangsung begitu meriah dan banyak dari mahasiswa FAI yang berkontribusi dalam acara tersebut.
Pada hari ke dua Milad, bertepatan tanggal 12 April 2018 didalam rangkaian Miald tersebut diadakannya Bazar Mahasiswa FAI. Kontribusi yang diberikan pada Bazar ini tidak tanggung-tanggung. Hampir seluruh Ormawa (DPM, BEM, dan HMPS se FAI) dan Ortom FAI ikut berkontribusi dalam Bazar tersebut. Selain itu banyak juga dari Mahasiswa FAI dan umum yang berkontribusi turut serta membuka stand bazar untuk meramikan dan memeriahkan acara tersebut. Peserta stand bazar tercatat kuranglebih 20 stand. Para peserta stand bazar menjual produk mereka, antara lain aneka makanan, minuman, fashion,cinderamata, accecories, booklet flowers, dan masih banyak lagi. Tujuan diadakannya stand tersebut adalah untuk mencapai tujuan pada Milad tahun ini untuk Mewujudkan Wirausahawan yang Menginspirasi.

Koordinator Bazar Milad FAI ke 22, Resti Iswanti menyebutkan bahwasannya, “Mahasiswa FAI juga harus kreatif. Tidak hanya pandai mengaji dan mahir berbahasa Arab, tetapi juga harus bisa menjadi seorang wirausahawan yang sukses dan bisa menginspirasi. Harapan kedepan semoga mahasiswa FAI bisa lebih kreatif lagi dan lebih bisa mengembangkan jiwa wirausahawan.” Untuk bisa mewujudkan tujuan tersebut semua elemen harus bisa bekerjasama antara dosen/dekanat dengan mahasiswa FAI khususnya. Semoga ini langkah awal untuk FAI agar dapat mengembangkan marketingnya di dalam dunia bisnis. -dws

MILAD FAI KE 22 – STADIUM GENERAL MENGUSUNG TEMA WIRAUSAHA

Yogyakarta, 13 April 2018
Dalam rangka Milad Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan yang Ke 22 Tahun, atasnama Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Agama Islam adakan ragkaian Milad, diantaranya adalah Stadium General. Acara ini dihadiri seluruh amahasiswa FAI UAD beserta Dosen dan Dekanat FAI. Dengan mengusung tema “Profesionalitas Islami Mewujudkan Wirausahawan Yang Menginspirasi” yang diisi oleh Ir. H Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. (Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah), pada hari Jum’at, 26 Rajab 1439 H atau bertepatan dengan 13 April 2018, yang bertempat di Masjid Islamic Center Kompleks Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Dalam penyampaiannya Ir Syauqi sangat menginginkan mahasiswa saat ini harus lebih kreatif lagi dan lebih bisa memanfaatkan gadget yang setiap saat kita pakai dan bisa menghasilkan laba yang cukup besar. “Jika anda semua menginginkan sukses berbisis walaupun sibuk kuliah, maka munculkanlah inisiatif yang ada fikirkan lalu curahkan dan istiqomahkanlah” tutur Ir Syauqi dalam Stadium General pada saat itu.
Harapan terbesar dari Fakultas Agama Islam, dengan tumbuhnya jiwa wirausahawan yang ada pada diri mahasiswa, bisa menjadi pribadi yang mandiri, tdak hanyak didalam kelas tetapi juga didalam dunia bisnis. -dws